Senin, 15 Desember 2014

pengalaman saya pertama masuk sekolah umum SMP ( Sekolah Menegah Pertama)

Haloo teman-teman / kakak /adik / semua orang yang kusayang .
Disini saya ingin memposting baru tentang pengalaman ku yang tidak pernah kulupakan , pengalaman pertama aku masuk sekolah umum SMP (Sekolah Menegah Pertama )

--------------------------------------------------------------------------

  Suatu hari itu , saya lulusan SD dari SLB B KARNNA MANOHARA dan saya mendapat nem terbaik bagi saya dan membanggakan kedua orangtua saya,ini nem SD : 24,70 . nilai tertinggi matematika. Setelah pengumuman kelulusan, Saya manja kepada orangtua saya untuk meminta pindah sekolah dari SLB itu karena saya sudah menjadi siswa di SLB yang sudah lama dari sejak kecil sudah 8 tahun , saya ingin hidup berbeda tanpa terus menjadi siswa SLB , akhirnya orangtua saya mengijinkan saya pindah sekolah umum yakni SMP negeri 2 Sewon, disana saya melihat suasana sekolah sangat berbeda dengan SLB itu karena bangunan SLB bambu kadang ada tembok sedangkan SMP itu penuh tembok dan ada pagar serta tembok menutup di sisi sekolah supaya siswa tidak bisa bolos, di dalam ada koperasi tempat jajanan.
  Pagi itu , saya bersama bapak saya mau mendaftar sekolah baru ku di SMP negeri 2 Sewon, pertama kali saya masuk di sekolah dan melihat banyak teman-teman yang tidak seperti aku , mereka normal sedangkan saya tunarungu.( iya memang sekolah itu umum udah pasti semua murid normal lha . ). kira-kira 1 minggu setelah mendaftar sekolah baru, ada pengumuman diterima atau tidak diterima , namun saya tidak datang di sana karena saya sedang mengisi liburan di Bandung sekalian Trans Studio. Disana kakak saya datang untuk melihat pengumuman tersebut . Alhamdulillah saya diterima sekolah itu, saya tahu info itu dari sms kakak saya saat saya berada di pasar bandung setelah pulang dari Tangkuban Perahu.
  Beberapa hari,  siswa mulai masuk pada hari pertama, saya merasa gugup karena saya bingung harus bagaimana cara perkenalan diri kepada teman baru disana, disana saya masuk tetapi tidak langsung ke kelas , di lapangan karena saya belum mendapat tempat kelas saya setelah itu ,kakak kelas saya mengumumkan kepada siswa yang harus dimana siswa masuk kelas masing-masing dan saya dikasih tahu bapak saya untuk ikuti teman-teman lain walau belum kenal teman-teman, oh saya harus duduk kelas 7 H, suasana kelas yang menakutkan karea gelap padahal waktu nya siang. Setelah itu , saya disuruh maju untuk perkenalkan diri tetapi suaraku tidak jelas mungkin ,tiba-tiba salah satu teman tepuk tangan setelah saya perkenalkan diri lalu semua ikut tepuk tangan setelah itu beberapa jam ada bu guru pendamping bernama Ibu Jirzanah , bu jirzanah langsung datang di depanku padahal aku tidak kenal ( mungkin bu jirzanah sudah tahu saya dari foto atau guru). Bu jirzanah sempat memberi saran jika Hafidh tidak bisa mengikuti pelajaran itu karena sulit , kalau mau ke Inklusi ya datang ke Ruang Inklusi yang kesana ( menunjukkan arah ke Ruang Inklusi ) terus saya jawab iya bu. Beberapa hari itu tiba musim Ujian tengah Semester, aku langsung shock karena cepat sekali sudah mau ujian karena di SDLBku tidak ada ujian segitu. Di ruang ujian, saya merasa kesulitan mengerjakan karena kosakata banyak yang aku tidak tahu sebetulnya saya mengerti kalimat yang dasar seperti S-P-O-K. Ya saya tak usaha untuk belajar lebih giat banyak tetapi tetap tidak bisa sama sekali hingga kelas 3 smp, saya sedikit-sedikit tahu segala kosakata dari sahabatku habis curhat, guru bahasa Indonesia dan bu Jirzanah. Akhirnya saya lulus dari SMP tahun 2014

3 komentar: